Kisruh Debat Gubernur Jakarta Vs Sejarahwan UI
Gubernur Jakarta atau biasa di panggil Ahok ini mengaku kesal bukan kepalang saat menghadapi JJ Rizal sang sejarahwan dari UI. Hal tersebut di karenakan Rizal menuding kebijakan Ahok yang tidak humanis saat meggusur warga Kampung Pulo pada kamis 20 Agustus 2015.
Bandar Domino QQ Online Terpercaya
JJ Rizal mengatakan bahwa jika saja Ahok yang konsisten menggusur warga Kampung Pulo karena dianggap telah menempati lahan hijau atau resapan, maka Ahok pun setidaknya harus menggurus lingkungannya sendiri di Pantai Mutiara.
Bandar Ceme Online
Pantai Mutiara yang sebenarnya adalah lahan hasil reklamasi yang terletak di Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta utara. Sementara itu, Ahok menyarankan agar JJ Rizal datang ke Kementrian Pekerjaan Umum untuk berdiskusi mengenai proyek antisipasi banjir di Ibu Kota dengan para ahlinya. Dengan sinis Ahok berkata, "Datang saja kesana, supaya pinter gak bego lagi.".
Agen Domino QQ Online
Namun, pemilik nama lengkap Basuki Tjahya Purnama ini menolak ajakan JJ Rizal untuk berdebat mengenai sejarah wilayah Pluit, Pantai Mutiara, dan Pantai Indah Kapuk yang kini sudah menjadi permukiman mewah di Jakarta Utara.
Jadi siapa yang benar dan siapa yang salah? Restu Gunawan selaku sejarahwan yang pernah meneliti akar masalah banjir di Jakarta memiliki pendapat mengenai pengendalian banjir jakarta. Ia membenarkan bahwa daerah Teluk Gong, Pluit, Krendang dan sekitarnya memang dahulunya adalah kawasan resapan air.
Bandar Ceme Online Terpercaya
Berdasarkan hasil riset, Pemerintah Belanda pernah melakukan penelitian di Sungai-sungai di Jakarta. Penjajah Belanda pernah membuat rencana induk dan tata kota Batavia pada tahun 1913. Pada cetak biru mengenai penanganan banjir Jakarta pada seratus tahun yang lalu itulah pertama kalinya pintu air yang berada di Manggarai-Karet menuju utara di buat.
Agen Ceme Online Terpercaya
Namun seiring berjalannya waktu, keinginan penguasa pun juga berubah. Restu mengatakan bagaimana pemerintah Orde Baru bertindak secara sembrono dengan mengabaikan rencana tata ruang yang baik untuk Jakarta.
Bandar Ceme Online
Saat era Presiden Soeharto, keinginan para pengusaha untuk mengembangkan kawasan permukiman mewah di pesisir Teluk Jakarta tidak terbendung. Pembangunan masif dan reklamasi di pantai yang sebelumnya menjadi area hutan bakai pun turut dimulai.
Sejak saat itu, masalah banjir di Jakarta semakin rumit. Sebenarnya jika pembangunan di Pluit menyesuaikan pembangunan nya dengan masterplan semula atau tetap memperhatikan wilayah resapan juga.
Bandar Ceme Online Terpercaya
Sebagai seorang sejarahwan, Restu rupanya memiliki pemahaman sendiri mengenai prinsip dasar penanganan banjir. Yaitu, jika manusia menggusur rumah para air, maka para air tersebut akan mengamuk, jadi jika ingin membangun rumah manusia, buatkan dahulu rumah untuk air.
Baca juga : Heboh Rumah Ajaib di Kampung Pulo



0 komentar:
Posting Komentar