Heboh Rumah Ajaib di Kampung Pulo
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang di kepalai oleh Ahok berupaya untuk menormalkan aliran Sungai Ciliwung dari bangunan liar yang berderet di Kampung Pulo, Jakarta Timur. Namun hal tersebut tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan.
Pada hari pertama proses penggusuran, 1500 satpol pp dikerahkan untuk mengamankan situasi penggusuran tersebut. Bahkan salah satu alat excavator milik Pemprov DKI pun menjadi sasaran amarah para warga.
Karena keributan tersebut, penggusuran baru dapat dilakukan saat sore hari. Karena waktu yang sangan sedikit, penggusuran hanya berhasil sedikit. Aksi penggusuran pun dilanjutkan keesokan harinya. Kali ini PemProv DKI pun mengerahkan 3000 petugas gabungan. dan menambahkan 3 unit excavator.
Proses tersebut pun berjalan lancar, satu persatu rumah warga dihancurkan. Para warga yang menyaksikan terlihat pasrah dan bersedih. Namun ketika tim relokasi ini hendak menghancurkan rumah bertembok hijau yang terletak di RT 11 RW 03 ini mengalami gangguan mesin.
Salah seorang warga Kampung Pulo, Agus menyatakan rumah tersebut adalah rumah yang dimiliki oleh Haji Musa. Beberapa alat excavator pun mencoba untuk membongkar rumah tersebut, namun tiba-tiba mesing mengalami masalah.
Menurut kesaksian Agus, pemilik rumah Haji Musa memberikan rumahnya itu kepada istrinya Hj Nani. Namun Hj Nani pun sudah mengiklaskan rumah tersebut untuk di bongkar karena Hj Nani sudah pindah kerumah susun sederhana yang disediakan PemProv DKI untuk para warga korban penggusuran Kampung Pulo.
Bahkan banyak tersiar kabar bahwa alasan rumah tersebut susah dibongkar karena dahulu pernah digunakan sebagai tempat pengajian. Haji Musa yang dikenal baik dan dermawan oleh para warga Kampung Pulo selalu menyediakan rumahnya untuk dijadikan tempat pengajian.
Namun ketika petugas operator yang mengoperasikan alat excavator tersebut dimintai keterangan, ia mengatakan bahwa itu alami adanya masalah pada mesin excavator. Tetapi hingga kini, rumah hijau itu masih berdiri tegak diantara reruntuhan rumah yang sudah rata akibat sang excavator.


0 komentar:
Posting Komentar